Bursa saham Tokyo mengalami koreksi signifikan pada perdagangan hari Kamis (6/8/2026). Indeks Nikkei 225 tergelincir dari tren penguatan tajam pada sesi sebelumnya, menyusul aksi jual massal saham sektor teknologi yang dipicu oleh kemerosotan indeks Nasdaq serta jatuhnya saham produsen cip di Wall Street.
Hingga pertengahan sesi perdagangan, indeks acuan Jepang tersebut tercatat melemah sebesar 1,56 persen ke level 65.266,67. Setelah dibuka melemah 1,50 persen dari penutupan hari sebelumnya di level 66.300,44, pergerakan indeks berfluktuasi pada rentang 64.942,07 hingga 65.983,13. Koreksi ini sekaligus mengakhiri reli impresif Nikkei yang melonjak hingga 3,66 persen pada perdagangan hari Rabu.
Pelemahan ini didorong oleh aksi lego saham-saham raksasa investasi teknologi, seperti SoftBank Group, yang sebelumnya menjadi penopang utama kenaikan indeks. Sentimen negatif global menyebar cepat setelah produsen semikonduktor Amerika Serikat, termasuk Advanced Micro Devices (AMD) yang anjlok lebih dari 7 persen, menyeret turun kinerja emiten penyedia peralatan cip di Jepang. Selain itu, lonjakan indeks yang melebihi 2.300 poin sehari sebelumnya mendorong investor domestik melakukan aksi ambil untung (profit taking) secara masif.
Secara teknikal, pergerakan Nikkei 225 terpantau telah menembus batas pivot harian di level 65.719 dan bergerak mendekati level dukungan pertama (Support 1) di area 65.136. Pola pembalikan arah ini mencerminkan dominasi sentimen hindar risiko (risk-off) di pasar modal Asia saat ini. Analis memperingatkan adanya potensi pelemahan lebih lanjut menuju Support 2 di kisaran 63.972 jika tekanan jual tidak mereda.
Para pelaku pasar disarankan untuk menerapkan strategi manajemen risiko yang disiplin, termasuk membatasi kerugian (stop loss) guna mengamankan modal. Bagi investor yang ingin membuka posisi beli baru, dianjurkan untuk menanti hingga indeks kembali stabil di atas level pivot 65.719 untuk menghindari volatilitas tinggi yang masih membayangi sektor teknologi global.