Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah nyata dalam mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di tingkat keluarga. Mereka menggelar program edukasi kesehatan yang menyasar para orang tua di Desa Padangloang, sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan anak-anak dari ancaman gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Langkah preventif ini dinilai sangat krusial mengingat anak-anak menjadi kelompok paling rentan terhadap serangan DBD. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang gejala awal dan cara penularan, para orang tua diharapkan dapat segera mengambil tindakan cepat sebelum kondisi medis anak memburuk.

Guna mengukur efektivitas edukasi, kegiatan ini diawali dengan pengisian kuesioner sebelum pemaparan materi (pre-test). Mahasiswa kemudian memaparkan berbagai informasi penting, mulai dari pengenalan ciri-ciri DBD, pertolongan pertama, hingga penerapan program 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, serta langkah pencegahan tambahan) untuk membasmi jentik nyamuk di area pemukiman.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif dan dinamis. Setelah materi selesai disampaikan, para peserta kembali mengisi kuesioner (post-test) untuk mengevaluasi pemahaman mereka, disusul dengan permainan edukatif yang dirancang untuk memperkuat daya ingat warga dengan cara yang menyenangkan.

Perwakilan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat FKM Unhas, Andi Utami Deasrini, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Ia berharap warga Desa Padangloang segera mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat secara konsisten di rumah masing-masing, sehingga rantai penularan DBD dapat diputus secara berkelanjutan.