Pemerintah Indonesia secara agresif menawarkan 180 kawasan industri kepada para investor asal Rusia dalam ajang pameran teknologi industri INNOPROM 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menarik lebih banyak arus modal asing, khususnya di sektor manufaktur.

Kendati demikian, langkah promosi ini dinilai belum cukup untuk mengamankan aliran investasi ke tanah air. Tantangan sesungguhnya bagi Indonesia terletak pada kemampuan dalam menciptakan iklim investasi yang jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Vietnam kerap disebut sebagai pesaing terberat Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Negara tersebut memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan, mulai dari proses birokrasi yang lebih ringkas, kepastian hukum yang kuat, hingga insentif fiskal yang lebih menarik bagi para penanam modal asing.

Oleh karena itu, pekerjaan rumah terbesar pemerintah saat ini adalah melakukan reformasi regulasi dan meningkatkan kesiapan infrastruktur pendukung di dalam kawasan industri. Perbaikan ini krusial agar potensi kerja sama dengan Rusia dapat terealisasi secara nyata dan berkelanjutan.