Penghujung Juni 2026 akan dimeriahkan oleh fenomena astronomi yang layak dinantikan. Bulan purnama yang dikenal dengan sebutan Strawberry Moon dijadwalkan mencapai fase puncaknya pada Senin, 29 Juni 2026. Peristiwa langit ini diprediksi menarik perhatian para pengamat bintang maupun masyarakat umum yang gemar menikmati keindahan langit malam.
Pengamatan terhadap fenomena ini dapat dilakukan sejak malam 28 Juni hingga 30 Juni, khususnya saat Bulan mulai menampakkan diri di ufuk timur. Selama kondisi cuaca mendukung, masyarakat bisa menyaksikan Strawberry Moon secara langsung tanpa bantuan peralatan optik seperti teleskop.
Meski menyandang nama Bulan Stroberi, fenomena ini sama sekali tidak mengubah rona Bulan menjadi kemerahan atau merah muda. Sebagaimana dilansir dari Live Science, penamaan tersebut berakar dari tradisi suku-suku asli Amerika Utara. Mereka mengasosiasikan bulan purnama yang muncul di bulan Juni dengan masa panen buah stroberi liar, sehingga nama Strawberry Moon pun melekat hingga kini.
Keistimewaan Strawberry Moon tahun ini terletak pada statusnya sebagai micromoon. Fenomena micromoon terjadi ketika Bulan tengah berada pada titik terjauhnya dari Bumi, yang dalam istilah astronomi disebut apogee, bertepatan dengan fase purnama. Akibat jarak yang lebih besar tersebut, piringan Bulan akan tampak sekitar tujuh persen lebih kecil dibandingkan ukuran bulan purnama pada umumnya. Kendati perbedaan ini cukup sulit dikenali dengan mata telanjang, kondisi tersebut tetap menjadi catatan penting bagi kalangan astronom.
Selain berstatus micromoon, Strawberry Moon 2026 juga tercatat sebagai bulan purnama dengan posisi paling rendah di langit sepanjang tahun ini. Hal ini dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi pasca terjadinya titik balik matahari musim panas atau summer solstice. Posisi yang rendah di dekat cakrawala kerap memunculkan ilusi optik menarik, di mana Bulan justru tampak lebih besar ketika baru terbit di garis horizon.
Efek visual tersebut menjadikan momen Strawberry Moon sangat diminati oleh para pegiat fotografi astronomi. Pemandangan Bulan yang tampak membesar di dekat cakrawala, dipadu dengan siluet lanskap di sekitarnya, menghadirkan komposisi visual yang menawan untuk diabadikan.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini secara optimal, waktu terbaik pengamatan adalah sesaat setelah Bulan muncul di ufuk timur pada sore hingga malam hari. Pemilihan lokasi juga berperan penting; area terbuka atau dataran tinggi yang minim polusi cahaya akan memberikan pengalaman pengamatan yang jauh lebih memuaskan.
Sepanjang tahun 2026, langit malam akan diwarnai oleh 13 kali fase bulan purnama. Namun di antara seluruh purnama tersebut, Strawberry Moon menonjol sebagai salah satu yang paling dinantikan berkat keunikan gandanya sebagai micromoon sekaligus bulan purnama terendah di langit tahun ini.