Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bersama Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, menggelar seminar internasional bertajuk "Transformasi Masa Depan Pendidikan: Integrasi Eksakta, Sosial dan Kurikulum" di Makassar, Selasa (7/7/2026). Forum ilmiah ini menjadi momentum strategis bagi kedua institusi untuk memperkuat kerja sama akademik sekaligus mendiskusikan tantangan pendidikan di abad ke-21.
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kunjungan delegasi UPSI ini merupakan langkah nyata dalam merealisasikan visi universitas untuk memperluas daya saing di kancah internasional. Pihaknya berharap kolaborasi ini tidak sekadar berhenti pada seminar, melainkan berlanjut pada proyek riset bersama, publikasi ilmiah, hingga pertukaran mahasiswa.
Sesi diskusi utama menyoroti keterbatasan teknologi dalam menggantikan posisi guru. Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, memaparkan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai lokal seperti sipakatau (memanusiakan manusia), sipakainge (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling menghormati) dalam proses pedagogi. Menurutnya, secanggih apa pun teknologi, pendidikan harus tetap berakar pada relasi kemanusiaan.
Pandangan serupa disampaikan oleh akademisi UPSI, Prof. Madya Dr. Norazilawati binti Abdullah, yang menekankan bahwa transformasi pendidikan bukan hanya soal mengganti istilah atau perangkat digital. Ia mengingatkan bahwa guru harus memosisikan teknologi sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan pembelajaran, bukan sebagai pengganti kehadiran sosok pendidik yang memberi inspirasi dan etika.
Sementara itu, Prof. Madya Dr. Siti Rahaimah binti Ali dan Prof. Madya Dr. Norwaliza binti Abdul Wahab menyoroti aspek numerasi dan etika penggunaan kecerdasan buatan (AI). Mereka sepakat bahwa pendidik perlu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa tidak lagi merasa terasing oleh mata pelajaran yang dianggap sulit, sekaligus memastikan penggunaan AI tetap diiringi dengan tanggung jawab akademik yang kuat.
Kegiatan yang dipandu oleh Dr. Salwa ini diakhiri dengan kesimpulan kolektif bahwa guru sejati di era digital adalah sosok yang bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat ikatan pedagogis. Kerja sama antara Unismuh dan UPSI diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya unggul secara sains, tetapi juga humanis dalam membentuk karakter peserta didik masa depan.