Stadion Teladan di Kota Medan, Sumatera Utara, kini tengah bersiap menyambut era baru setelah melalui proses revitalisasi menyeluruh. Sejak didirikan pada tahun 1953 untuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) III, stadion rancangan arsitek legendaris Lim Bwan Tjie ini konsisten menjadi jantung aktivitas fisik warga lokal dari berbagai generasi, mulai dari berlari hingga bermain sepak bola.

Pembenahan besar-besaran yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Medan ini dimulai pada awal tahun 2024 dengan nilai investasi mencapai Rp510 miliar. Proyek ini tidak hanya merombak total area tribun menjadi berkapasitas sekitar 20.080 penonton dengan kursi tunggal berstandar FIFA, tetapi juga menata kawasan ruang terbuka hijau di sekeliling stadion agar lebih indah dan nyaman bagi publik.

Secara historis, Stadion Teladan memiliki rekam jejak emas dalam dunia sepak bola tanah air. Antara era 1970-an hingga 1990-an, stadion tertua ketiga di Indonesia ini pernah menjadi saksi laga persahabatan melawan klub-klub raksasa Eropa seperti Arsenal FC, Ajax Amsterdam, dan PSV Eindhoven, serta menjadi tuan rumah Turnamen Marah Halim Cup yang legendaris.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, terus berupaya mempercepat penyelesaian proyek ini agar manfaatnya dapat segera dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Meskipun pembangunannya belum rampung sepenuhnya, kemegahan desain baru stadion ini telah sukses memukau para pemain saat dipercaya menjadi salah satu arena Turnamen Sepak Bola Piala AFF U-19 2026 beberapa waktu lalu.

Kehadiran wajah baru Stadion Teladan disambut antusias oleh warga sekitar yang merasakan kenyamanan lebih saat berolahraga karena lingkungan yang kini jauh lebih bersih dan tertata. Di sisi lain, kelompok suporter PSMS Medan menaruh harapan besar agar klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut bisa secepatnya kembali bermarkas di stadion yang telah menjadi identitas dan jiwa mereka selama puluhan tahun.