Indeks Bisnis Terkemuka UKM Standard Chartered Hong Kong menunjukkan sinyal positif pada kuartal ketiga tahun 2026. Data terbaru dari Hong Kong Productivity Council mencatat kenaikan indeks sebesar 0,8 poin, membawa angka komposit ke level 44,1. Optimisme ini terutama disokong oleh perbaikan sub-indeks Ekonomi Global yang melonjak signifikan sebesar 12,2 poin menjadi 33,1.
Chief Marketing Officer Hong Kong Productivity Council, Karen Fung, menyatakan bahwa pergerakan indeks tersebut mencerminkan meningkatnya keyakinan pelaku usaha kecil dan menengah terhadap iklim ekonomi internasional. Kendati demikian, para pelaku bisnis tetap menjaga kewaspadaan tinggi terkait stabilitas kinerja operasional domestik mereka dalam jangka pendek.
Sektor perdagangan impor dan ekspor serta jasa profesional menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan masing-masing sebesar 15,6 poin dan 15,3 poin. Tren pemulihan serupa juga merambah sektor manufaktur, keuangan, hingga layanan sosial yang seluruhnya mencatatkan pertumbuhan indeks di atas 10 poin.
Senior Economist Standard Chartered untuk Greater China dan North Asia, Kelvin Lau, menjelaskan bahwa meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran sejak April lalu, ditambah stabilisasi harga minyak mentah, menjadi katalis utama bagi pemulihan pasar. Selain itu, ekosistem ekonomi Hong Kong diuntungkan oleh gelombang permintaan global terhadap komponen kecerdasan buatan (AI).
Di balik optimisme tersebut, sektor ritel masih menunjukkan tekanan dengan penurunan indeks tipis sebesar 1,0 poin menjadi 41,6. Tingginya biaya energi yang masih membayangi daya beli masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha ritel untuk mempertahankan margin keuntungan di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat.