Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) kembali memulai misi kemanusiaan untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep. Mengacu pada komitmen pemerataan layanan kesehatan, kapal medis ini telah bertolak dari Dermaga Perak, Surabaya, sejak Minggu (12/7/2026) dan dijadwalkan melayani warga di Bluto, Pulau Raas, Pulau Karamian, serta Pulau Masalembu hingga 25 Juli mendatang.
Direktur RSKKA, dr. Agus Harianto, menjelaskan bahwa kapal ini dirancang dengan fasilitas mumpuni yang setara dengan rumah sakit daratan, termasuk dua ruang operasi, perangkat rontgen, hingga laboratorium klinis. Sepanjang perjalanannya sejak 2017, RSKKA telah menjadi tumpuan bagi masyarakat pesisir, bahkan telah berhasil membantu proses persalinan bagi sekitar 100 bayi di tengah laut.
Dalam misi kali ini, sebanyak tujuh dokter spesialis dan 12 tenaga medis diterjunkan untuk memberikan layanan mulai dari pemeriksaan rutin hingga tindakan bedah darurat. Meski demikian, dr. Agus menegaskan bahwa keselamatan awak dan pasien tetap menjadi prioritas utama. Mengingat tantangan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan, pihak RSKKA menerapkan kebijakan ketat untuk tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi perairan tidak aman, kecuali dalam situasi darurat bencana.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. dr. Erwin Astha Triyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam misi ini. Ia menekankan bahwa ke depannya, pelayanan kesehatan di daerah terpencil akan diperkuat dengan transformasi digital. Inovasi seperti aplikasi pemantauan ibu hamil dan deteksi dini penyakit degeneratif, seperti hipertensi, kini mulai diterapkan agar data kesehatan warga kepulauan dapat terpantau secara real-time hingga ke tingkat provinsi.
Integrasi data layanan selama pelayaran dengan sistem BPJS Kesehatan juga menjadi langkah strategis pemerintah. Hal ini bertujuan agar masyarakat kepulauan mendapatkan keberlanjutan perawatan medis yang konsisten serta pemantauan kesehatan yang lebih komprehensif setelah kunjungan kapal berakhir.