Komunitas Muslimah Basketball Medan (MBM) sukses menyelenggarakan turnamen basket bertajuk Internal Games Muslimah Basketball se-Kota Medan di Hoops Basketball Arena, Medan, pada Minggu (26/7/2026). Selain memperebutkan gelar juara, ajang yang bertepatan dengan perayaan hari jadi MBM yang kedua ini menjadi wadah pembuktian bahwa komitmen berbusana syar'i tidak menghalangi perempuan muslim untuk aktif berolahraga.

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini diawali dengan sesi tausiyah keagamaan serta doa bersama untuk keselamatan rakyat Palestina yang dipimpin oleh Ustadzah Sri Widari. Ketua MBM, Tri Rahayu, menjelaskan bahwa turnamen ini dirancang untuk menjembatani silaturahmi antar-pecinta bola basket dari kalangan muslimah di wilayah Medan dan sekitarnya.

Tri mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kompetisi ini. Menurutnya, wadah seperti ini sangat penting karena banyak kelompok basket muslimah lain yang selama ini bergerak secara mandiri tanpa saling mengenal. Ke depan, ia menargetkan kolaborasi yang lebih luas, termasuk merangkul sekolah, pesantren, dan klub-klub lokal di Sumatra Utara agar ukhuwah Islamiyah dapat terjalin semakin erat.

Salah satu keunikan utama dalam turnamen ini terletak pada aturan ketat terkait pakaian para atlet. Panitia secara khusus mensyaratkan standar busana yang santun dengan melarang penggunaan celana pendek maupun legging ketat. Setiap pemain minimal wajib mengenakan celana training longgar, bahkan beberapa peserta tampil percaya diri bertanding dengan mengenakan gamis dan rok.

Kompetisi ini diikuti oleh enam tim tangguh, yaitu MBM Tim A, MBM Tim B, Aurora, Alumni MAN 1 Medan, Outlaws, dan Jungle King, dengan kekuatan masing-masing sepuluh pemain dan tiga ofisial. Setelah melalui persaingan yang kompetitif, tim Aurora Basketball berhasil keluar sebagai kampiun utama, disusul oleh Outlaws Basketball di posisi kedua, dan Alumni MAN 1 Medan meraih peringkat ketiga.