PT PAL Indonesia secara resmi memulai tahapan konstruksi fisik untuk dua unit kapal selam kelas Scorpene. Langkah krusial ini ditandai dengan proses first steel cutting yang dilaksanakan lebih cepat dari jadwal semula, yakni pada Juli 2026. Proyek kolaboratif bersama Naval Group asal Prancis ini menjadi tonggak penting bagi kemandirian industri pertahanan maritim nasional.

Direktur Produksi PT PAL, Diana Rosa, mengungkapkan bahwa percepatan ini dimungkinkan berkat keberhasilan perusahaan dalam melampaui fase qualification section. Tahapan ini mencakup verifikasi ketat terhadap kesiapan sumber daya manusia, sistem manufaktur, serta standar pengendalian mutu. Selain itu, puluhan teknisi Indonesia telah menjalani pelatihan intensif di Prancis untuk menguasai keahlian khusus, termasuk teknik pengelasan presisi tinggi yang meraih predikat zero weld defect.

Kapal selam Scorpene yang sedang dibangun ini dipastikan akan mengadopsi teknologi baterai litium terbaru. Penggunaan teknologi ini memberikan keunggulan berupa efisiensi energi yang lebih baik, masa pakai yang panjang, serta kebutuhan perawatan yang lebih minim dibandingkan baterai konvensional. Tak hanya itu, kapal ini dirancang dengan kemampuan silent mode yang mumpuni, menjadikannya sulit dideteksi bahkan oleh armada kapal bertenaga nuklir saat melakukan manuver bawah air.

Selain fokus pada pembangunan fisik, PT PAL juga tengah merampungkan fasilitas docking repair canggih di Surabaya. Investasi ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pemeliharaan dan perbaikan kapal selam di Asia Tenggara. Dengan adanya fasilitas ini, TNI Angkatan Laut diharapkan dapat melakukan reparasi kapal selam secara mandiri di masa depan, sehingga meminimalisir ketergantungan terhadap galangan kapal asing.