Upacara penghormatan terakhir bagi mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berlangsung khidmat di Teheran dengan dihadiri oleh jajaran petinggi negara serta keluarga. Dalam prosesi tersebut, tiga putra mendiang, yakni Masoud, Meysam, dan Mostafa, tampak hadir langsung mengikuti salat jenazah yang dipimpin oleh tokoh agama senior, Ayatollah Jafar Sobhani.

Namun, sorotan publik tertuju pada ketidakhadiran salah satu putra Khamenei, Mojtaba. Berdasarkan laporan terkini, absennya Mojtaba dalam upacara skala besar ini merupakan langkah preventif terkait tingginya risiko keamanan, menyusul ancaman spesifik dari pihak Israel yang menargetkan dirinya.

Prosesi yang dihadiri ratusan ribu jemaah tersebut turut diikuti oleh sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Majelis Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, serta Komandan Pasukan Quds IRGC, Esmail Qaani. Selain jenazah Ayatollah Khamenei, salat jenazah juga dilakukan untuk cucunya yang berusia 14 bulan, Zahra Mohammadi Golpayegani.

Zahra menjadi korban tewas dalam insiden serangan yang turut merenggut nyawa ibunya, Boshra Khamenei. Dokumentasi dari kantor berita Tasnim memperlihatkan peti jenazah kecil sang balita disandingkan dengan peti kakeknya, sebuah simbol duka mendalam yang menyelimuti keluarga besar pemimpin Iran tersebut di tengah situasi geopolitik yang kian memanas.