Upaya untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) terus digencarkan oleh BPJS Kesehatan. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, secara resmi melepas keberangkatan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (12/7/2026), menuju kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura.
Misi kemanusiaan ini difokuskan untuk melayani warga di pulau-pulau yang sulit dijangkau, seperti Pulau Raas, Pulau Karamian, dan Pulau Masalembu. Langkah strategis ini merupakan bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam mengimplementasikan jaminan akses layanan kesehatan yang merata, sesuai dengan regulasi mengenai penyediaan layanan bergerak bagi daerah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai.
Direktur RSK Ksatria Airlangga, dr. Agus Harianto, menyampaikan bahwa misi yang berlangsung selama 11 hari ini, yakni pada 14 hingga 24 Juli 2026, menargetkan pelayanan bagi ribuan warga. Pihaknya memproyeksikan mampu menangani setidaknya 100 pasien per pulau, dengan fokus tindakan mencakup rata-rata lima operasi besar setiap harinya.
Selain memberikan layanan medis, pihak BPJS Kesehatan menegaskan bahwa seluruh operasional di atas kapal terapung tersebut dilakukan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Hal ini bertujuan untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan yang prima sekaligus memastikan keselamatan seluruh tenaga medis yang bertugas di medan pelayanan yang menantang.