PT Bank Jago Tbk kembali melakukan terobosan melalui pembaruan fitur "Inspirasi Kantong" dalam aplikasi mereka. Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman pengelolaan keuangan yang lebih personal, di mana setiap nasabah dapat menyusun alokasi dana sesuai dengan prioritas, kebiasaan, serta tujuan finansial masing-masing yang berbeda satu sama lain.

Untuk memanfaatkan fitur ini, nasabah cukup menjawab serangkaian pertanyaan singkat di menu Kantong. Sistem kemudian akan memetakan pengguna ke dalam enam kategori karakter finansial, yakni Perintis, Pejuang, Pembangun, Pelindung, Penjaga, atau Perancang. Berdasarkan klasifikasi tersebut, aplikasi akan memberikan rekomendasi struktur alokasi dana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Inovasi ini dilatarbelakangi oleh eksperimen internal bertajuk 'Reality Challenge: Seni Menempatkan Uang'. Dalam uji coba tersebut, terungkap pergeseran pola pikir peserta dari yang semula mementingkan besaran nominal uang, menjadi lebih mengutamakan keterampilan manajemen finansial setelah mendapatkan pendampingan intensif selama 30 hari.

Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, menekankan bahwa kemampuan mengelola keuangan jauh lebih krusial daripada sekadar nominal dana yang dimiliki. Menurutnya, pendekatan berbasis karakter ini menjadi kunci bagi nasabah untuk mencapai kestabilan finansial yang lebih terarah di tengah dinamika kehidupan yang beragam.

Di sisi lain, bank digital ini tengah menghadapi tantangan ekonomi makro yang cukup menantang. Sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan suku bunga acuan, Bank Jago telah melakukan penyesuaian bunga simpanan dari kisaran 5-6,25 persen menjadi 5-6 persen. Langkah efisiensi ini dilakukan saat kinerja saham perseroan (ARTO) tengah mengalami tekanan, dengan harga yang terkoreksi dari Rp1.900 menjadi Rp920 per lembar saham sejak awal tahun 2026.