Pemerintah Kota Magelang mengambil langkah preventif yang lebih hulu dalam menekan angka stunting dengan memperkuat pemahaman kesehatan reproduksi di tingkat keluarga. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMP4KB), sebanyak 140 kader Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) dari 17 kelurahan dibekali pemahaman mendalam dalam seminar kesehatan yang berlangsung di Hotel Puri Asri, Rabu (5/8/2026).

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak boleh hanya berfokus pada intervensi setelah anak lahir. Upaya ini menuntut keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat secara kolektif, terutama para kader di lapangan yang berinteraksi langsung dengan warga guna membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya perencanaan kehamilan yang matang.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Magelang, dr. Sri Harso, memaparkan bahwa kesehatan reproduksi merupakan investasi krusial dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang. Dengan melahirkan generasi yang tumbuh optimal dan ibu yang sehat, Kota Magelang dapat terus mematangkan potensinya sebagai pusat perdagangan dan jasa yang ditopang oleh masyarakat produktif.

Kepala DPMP4KB Kota Magelang, Wawan Setiadi, menambahkan bahwa melalui pembekalan ini, para kader IMP didorong untuk bertindak sebagai agen edukasi di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan aktif menyebarluaskan informasi akurat mengenai kesehatan reproduksi guna meminimalkan berbagai risiko kesehatan yang mengancam ibu dan anak sejak dini.