PT Bach Multi Global Tbk (BACH) tengah mematangkan langkah strategis untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi ini menargetkan perolehan dana maksimal Rp307,5 miliar yang akan digunakan untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis di tengah tingginya permintaan konektivitas digital di Tanah Air.

Dalam aksi korporasi ini, BACH melepas 615 juta lembar saham baru dengan rentang harga penawaran mulai dari Rp400 hingga Rp500 per saham. Keputusan ini mencerminkan optimisme perseroan untuk memperkuat struktur modal, sembari memperluas cakupan layanan di sektor pembangkit listrik serta pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

Kinerja keuangan BACH menunjukkan tren positif yang signifikan sepanjang tahun 2025. Pendapatan perusahaan tercatat melonjak hingga 40 persen mencapai Rp1,73 triliun, sementara laba bersih meroket 97,5 persen menjadi Rp155 miliar. Peningkatan drastis ini didorong oleh lonjakan permintaan unit genset dan sektor penyewaan yang tumbuh di atas 1.200 persen, yang kini menjadi mesin penggerak utama pendapatan perusahaan.

Selama dua dekade berkiprah, BACH telah dipercaya oleh lebih dari 200 korporasi besar, termasuk entitas perbankan, instansi pemerintah, dan raksasa telekomunikasi seperti Huawei serta Indosat Ooredoo Hutchison. Dengan portofolio pengelolaan lebih dari 40.000 situs infrastruktur, perusahaan memastikan stabilitas arus kas melalui model bisnis kontrak jangka panjang.

Manajemen BACH berencana mengalokasikan 70 persen dana IPO sebagai modal kerja untuk pengadaan genset guna merespons tingginya kebutuhan pasar. Sisanya, yakni 30 persen, akan difokuskan untuk melunasi sebagian utang bank guna menekan beban keuangan dan meningkatkan fleksibilitas operasional perusahaan di masa depan.

Menatap masa depan, perseroan optimis dapat menjaga ritme pertumbuhan bisnis dengan target pendapatan menembus angka Rp3 triliun pada tahun 2030. Strategi jangka panjang tersebut mencakup peningkatan kapasitas penyewaan energi hingga 50 megawatt (MW) per tahun serta penguatan layanan digital guna mempertahankan posisi BACH sebagai pemimpin solusi energi terintegrasi di Indonesia.