Menjelang momentum bersejarah lima abad kota Jakarta pada tahun 2027, sinergi lintas sektor terus diperkuat untuk mendukung transisi menuju kota global. Langkah nyata ini terlihat dalam kolaborasi strategis antara Bank Jakarta dan klub sepak bola Persija Jakarta yang diluncurkan di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026). Sinergi ini diharapkan mampu membawa energi baru bagi pembangunan karakter dan perekonomian ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan sektor olahraga sebagai salah satu pilar penopang daya tarik wisata dan ekonomi Jakarta. Dengan mempermudah izin dan akses fasilitas olahraga, Jakarta diharapkan dapat menarik kunjungan masyarakat dari berbagai penjuru tanah air secara lebih masif.
Menurut Pramono, sepak bola, khususnya Persija Jakarta, bukan sekadar olahraga melainkan simbol identitas dan kebanggaan warga. Oleh karena itu, Pemprov DKI tidak hanya memfasilitasi pertandingan, tetapi juga tengah mempersiapkan infrastruktur pendukung yang memadai. Selain sepak bola, stadion kebanggaan seperti Jakarta International Stadium (JIS) dan Gelora Bung Karno (GBK) juga terus dioptimalkan untuk berbagai ajang olahraga maupun konser musik skala besar.
Di sisi lain, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran yang dilakukan korporasi. Seiring perubahan lanskap kota, Bank Jakarta berkomitmen meningkatkan mutu layanan digital agar lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah modern yang mendambakan kecepatan dan efisiensi.
Sebagai wujud dari transformasi digital tersebut, Bank Jakarta resmi meluncurkan portal web barunya, BankJakarta.co.id. Melalui pembaruan ini, masyarakat diharapkan memperoleh pengalaman bertransaksi yang lebih praktis dan profesional, sekaligus membuktikan kemampuan bank daerah ini untuk bersaing ketat di industri keuangan nasional.
Agus menambahkan bahwa kedekatan dengan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Melalui kerja sama dengan Persija, yang memiliki basis suporter fanatik The Jakmania, Bank Jakarta berupaya memperluas jangkauan layanannya secara inklusif. Ia menekankan bahwa kepercayaan publik harus diraih lewat kualitas pelayanan yang prima, bukan sekadar karena status kepemilikan bank oleh pemerintah daerah.