Kick-off perayaan Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum ke-13 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung semarak pada Senin (17/8/2026). Momentum bersejarah ini dimeriahkan oleh parade defile dari 13 kontingen yang memadukan keindahan busana adat Nusantara dengan kampanye penting seputar kesehatan, keselamatan kerja, serta pelestarian lingkungan.

Mengusung tema besar "Dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Dunia: Peran Strategis Kampus dalam Membangun Peradaban Kesehatan", parade ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk visual. Setiap perwakilan, mulai dari unsur rektorat, fakultas, program pascasarjana, hingga unit kerja, menerjemahkan visi kampus ke dalam konsep kreatif yang merefleksikan kearifan lokal.

Bagian rektorat yang mengenakan busana adat Aceh mengampanyekan potensi obat herbal tradisional Indonesia. Semangat serupa juga diusung oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dengan pakaian adat Papua yang menonjolkan khasiat herbal Nusantara untuk kesehatan gigi, serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) yang mengenalkan konsep pengobatan ala nabi atau Thibbun Nabawi. Sementara itu, Pusat Pengembangan Bahasa yang mengenakan pakaian adat Madura turut menyosialisasikan jamu sebagai warisan kesehatan bangsa.

Isu keberlanjutan lingkungan juga menjadi sorotan utama dalam parade ini. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dengan adat Sulawesi Selatan, Fakultas Humaniora berbalut adat Sumatera Barat, dan Fakultas Ekonomi berbusana adat Jawa Timur kompak menyuarakan gerakan Eco Green Campus. Selain itu, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) mengampanyekan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dengan busana adat Batak, disusul program Pascasarjana yang mengangkat tema ekologi lewat balutan adat Jawa Tengah.

Aspek keselamatan kerja dan kesehatan mental turut mendapat panggung khusus. Fakultas Syariah menampilkan konsep Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) menggunakan adat Nusa Tenggara Timur, sedangkan Fakultas Teknik membawakan pesan serupa berbalut adat Dayak Kalimantan. Di sisi lain, Fakultas Psikologi memadukan isu keselamatan dengan kesehatan mental, menekankan pentingnya keseimbangan emosional di lingkungan kampus berlandaskan nilai-nilai spiritual Ulul Albab.

Melalui kolaborasi pesan ilmiah dan atraksi budaya ini, UIN Malang membuktikan bahwa peringatan hari jadi institusi dapat dikemas secara edukatif dan solutif. Parade ini sekaligus mempertegas posisi kampus sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga aktif merespons tantangan global di bidang kesehatan dan lingkungan.