Jakarta - Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait adanya pihak yang membiayai aksi demonstrasi mahasiswa. Menurut Agung, pernyataan tersebut tidak produktif dan berpotensi memecah belah solidaritas sesama anak bangsa.

Dalam dialog di Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis (25/6/2026), Agung menekankan bahwa momen-momen krusial seperti saat ini menuntut pemerintah untuk fokus pada penyelesaian masalah fundamental. Ia merujuk pada isu-isu mendesak seperti pengangguran, program makan bergizi gratis, dan kondisi ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.

"Statement-statement yang tidak produktif semacam itu, kalau ujungnya nggak jelas, itu bisa membuat kita sesama anak bangsa saling curiga satu sama lain," ungkap Agung. Ia mengingatkan bahwa keadaan ekonomi saat ini, baik di tingkat domestik maupun global, tidak dalam kondisi yang baik-baik saja.

Agung mendorong agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan membuka secara transparan identitas pihak-pihak yang diduga membiayai demonstrasi, kemudian menuntut mereka melalui jalur hukum. Dengan cara ini, kata dia, masyarakat tidak akan terus-menerus dibayangi prasangka negatif yang tidak sehat.

Setelah masalah ini kliring, Agung mengusulkan pemerintah dapat dialihkan untuk mengatasi berbagai persoalan subtantif lainnya. Beberapa di antaranya adalah stabilisasi harga barang kebutuhan pokok, pengendalian inflasi, pemulihan nilai tukar rupiah dan pasar saham, serta mitigasi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berpotensi menjangkau puluhan ribu pekerja dalam beberapa pekan ke depan.

Pernyataan Agung ini merupakan respons terhadap keterangan Presiden Prabowo di hadapan Peserta Hari Pekan Nasional Petani dan Nelayan di Gorontalo pada Rabu (24/6/2026). Saat itu, Prabowo mengaku mengetahui pihak-pihak yang mendanai unjuk rasa dan memberikan peringatan keras kepada mereka.