Pemerintah Kota Magelang resmi menginisiasi konsep hospital tourism sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan sektor pelayanan kesehatan dengan industri pariwisata lokal. Program inovatif ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat luar daerah untuk berobat sekaligus berwisata di Kota Magelang.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, memaparkan gagasan tersebut dalam sosialisasi program unggulan bersama jajaran Dewan Pengawas dan staf RSUD Tidar di Gedung Adipura Setda Kota Magelang. Ia menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas kesehatan daerah agar memiliki daya tarik dan daya saing yang lebih luas.

Menurut Damar, kehadiran pasien dari luar kota tidak hanya akan meningkatkan pendapatan rumah sakit, melainkan juga menghidupkan ekosistem ekonomi penunjang lainnya. Sektor-sektor seperti perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal diproyeksikan akan ikut merasakan dampak positif dari perputaran ekonomi ini.

Kendati demikian, Damar mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan internal rumah sakit. Ia meminta adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), standardisasi prosedur operasional (SOP), serta pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai sebelum promosi luar daerah digencarkan.

Senada dengan hal itu, Wakil Wali Kota Magelang, dr. Sri Harso, menekankan bahwa fondasi utama dari konsep hospital tourism adalah mutu pelayanan. Kepercayaan dan kenyamanan pasien harus menjadi prioritas utama melalui peningkatan kompetensi tenaga medis dan kolaborasi yang solid antar-lini pelayanan di RSUD Tidar.