PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperluas penguatan lini bisnis Transport & Logistics sebagai bagian dari strategi penyediaan layanan penunjang energi yang lebih terpadu. Langkah ini dilakukan untuk menopang kebutuhan operasional sektor minyak dan gas bumi serta panas bumi di Indonesia.

Penguatan tersebut mencakup pengembangan armada, peningkatan kemampuan operasional, serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat. PDC menilai kesiapan transportasi dan logistik menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas industri energi, terutama pada proyek-proyek yang membutuhkan mobilisasi peralatan berskala besar.

Direktur Operasi & Marketing PDC, Agam Munawar, mengatakan layanan Transport & Logistics memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan operasional pelanggan. Menurut dia, keandalan industri energi tidak hanya bergantung pada aktivitas di lokasi proyek, tetapi juga pada sistem pendukung yang mampu memastikan distribusi, mobilisasi, dan logistik berjalan tepat waktu.

“Penguatan kapabilitas Transport & Logistics merupakan bagian dari strategi PDC untuk menghadirkan layanan yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra terpercaya di sektor jasa penunjang energi,” kata Agam dalam keterangan tertulis, Minggu, 28 Juni 2026.

Manager Transport & Logistics PDC, Kurniawan Setyo Nugroho, menjelaskan unit bisnis tersebut menyediakan layanan transportasi darat, laut, dan udara. Layanannya digunakan untuk mendukung kebutuhan logistik industri migas dan panas bumi, termasuk mobilisasi serta demobilisasi rig pengeboran.

Selain itu, PDC juga menyediakan Heavy Transport Equipment, kendaraan operasional, layanan kelautan melalui oil boom untuk penanganan tumpahan minyak, serta Accommodation Work Barge (AWB) yang berfungsi sebagai fasilitas akomodasi pekerja pada kegiatan pengeboran lepas pantai.

Kurniawan menegaskan, setiap proses mobilisasi dalam industri energi memiliki pengaruh langsung terhadap kelancaran operasi pelanggan. Karena itu, PDC berfokus memastikan armada, peralatan, dan personel dapat bergerak dengan aman, andal, serta sesuai jadwal.

Di luar penyediaan armada, Unit Bisnis Transport & Logistics PDC juga menangani perencanaan distribusi, pengendalian biaya operasional, pemeliharaan peralatan, serta koordinasi dengan mitra kerja. Seluruh proses dijalankan dengan mengacu pada standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE) untuk menjaga keselamatan pekerja, keandalan layanan, dan perlindungan lingkungan.

Menurut Kurniawan, kinerja unit bisnis ini ditopang oleh peningkatan keandalan armada, penguatan kapabilitas operasional, serta kontribusi tenaga kerja yang banyak diisi generasi muda. Semangat inovasi dan kolaborasi disebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya saing layanan PDC.

Dari sisi kinerja, Unit Bisnis Transport & Logistics PDC mencatat pendapatan Rp431 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut melampaui target perusahaan yang ditetapkan sebesar Rp361 miliar, sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan transportasi dan logistik PDC.

Ke depan, PDC berencana melanjutkan pengembangan armada, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan inovasi layanan. Strategi ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri energi yang terus berubah serta memperkuat posisi PDC sebagai penyedia solusi transportasi dan logistik bagi sektor migas dan panas bumi di Indonesia.