Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah merancang skema bisnis baru menyusul penghentian sementara operasional dua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP). Kedua unit yang berlokasi di Pulau Buluh (Kota Batam) dan Kelurahan Kijang Kota (Kabupaten Bintan) tersebut terpaksa vakum bukan karena sepi peminat, melainkan akibat model usaha awal yang belum mampu menopang tingginya biaya operasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menjelaskan bahwa kedua koperasi tersebut merupakan proyek percontohan yang diinisiasi secara swadaya oleh masyarakat. Pada masa awal pendiriannya, koperasi ini murni mengandalkan semangat gotong royong tanpa adanya sokongan permodalan dari lembaga keuangan atau dukungan ekosistem usaha terintegrasi seperti yang kini tengah dirancang melalui Agrinas.

Berdasarkan hasil evaluasi, meskipun kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran koperasi cukup tinggi, volume transaksi yang masih rendah membuat pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran bulanan. Koperasi kesulitan menutup biaya operasional harian, termasuk sewa tempat dan upah karyawan. Margin keuntungan yang tipis juga diperparah oleh rantai distribusi barang yang belum efisien serta belum tersedianya komoditas strategis seperti LPG subsidi dan minyak goreng.

Sebagai solusi keberlanjutan, pemerintah daerah kini fokus membangun ekosistem koperasi sekunder untuk memangkas rantai pasok agar margin keuntungan koperasi tingkat desa dapat meningkat. Ke depan, Koperasi Merah Putih juga akan diintegrasikan dengan program strategis nasional, seperti penyaluran bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan distribusi barang bersubsidi.

Di sisi lain, beberapa koperasi sejenis berhasil membuktikan keberlanjutan bisnisnya. Koperasi Merah Putih di Desa Pengudang, Bintan, misalnya, mampu membukukan transaksi harian mencapai Rp18 juta hingga Rp25 juta dengan menyuplai kebutuhan hotel di kawasan pariwisata Lagoi. Saat ini, dari total 407 Koperasi Merah Putih yang terdata di Kepri, sebanyak 25 gerai telah rampung dibangun secara fisik dan kini tengah menunggu kelengkapan sarana pendukung sebelum mulai diserahterimakan.