Majelis Ulama Indonesia (MUI) memulai langkah strategis melalui kunjungan muhibah bertajuk "Digital Silk Road" ke Guangzhou dan Shenzhen, China, yang dimulai pada Kamis (9/7/2026). Rombongan yang terdiri dari 24 pengurus pusat ini membawa misi besar untuk mengintegrasikan dakwah digital, memperluas jaringan ekonomi halal, serta mempererat hubungan diplomatik antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok.

Dipimpin oleh Ketua MUI Bidang Infokomdigi, KH Masduki Baidlowi, delegasi ini menekankan pentingnya adaptasi teknologi di tengah dominasi algoritma global. KH Masduki menyatakan bahwa otoritas ulama saat ini menghadapi tantangan serius dari pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan mesin pencarian. Oleh karena itu, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar pesan keagamaan tetap relevan di era digital.

"Dakwah tidak bisa lagi berjalan secara konvensional. Kita harus memastikan bahwa nilai-nilai keislaman mampu bersaing dan memimpin di ruang digital," ujar KH Masduki dalam pertemuan awal di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou. Kunjungan ini sekaligus menjadi upaya nyata MUI dalam menjembatani kesenjangan digital antara generasi ulama senior dan generasi muda yang merupakan digital native.

Selama lima hari lawatan, delegasi akan meninjau sejumlah entitas teknologi global dan pusat ekonomi di China. Agenda tersebut mencakup kunjungan ke perusahaan drone pertanian XAG, raksasa kendaraan listrik BYD, hingga inovasi peralatan medis di Mindray Medical. Selain itu, aspek kerohanian tetap dijaga dengan kunjungan ke Masjid Huaisheng dan pertemuan bersama Asosiasi Islam Guangzhou.

Keanggotaan delegasi yang melibatkan sembilan bidang pokok MUI—mulai dari bidang Dakwah, Ekonomi, Halal, hingga Fatwa—menunjukkan komitmen organisasi untuk melakukan transformasi kelembagaan secara menyeluruh. Dengan semangat khadimul ummah, MUI berharap kunjungan ini mampu membuka babak baru dalam kolaborasi lintas negara yang memberikan dampak nyata bagi ekosistem ekonomi halal dan kemajuan peradaban Islam di masa depan.