YOGYAKARTA – Muhammadiyah mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, ketenangan, dan kedamaian publik di tengah situasi politik nasional yang menghangat setelah sejumlah aksi demonstrasi belakangan ini.

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan Islam tersebut memiliki tanggung jawab moral untuk ikut merawat keutuhan bangsa.

Menurut Bachtiar, Muhammadiyah perlu terus mengambil peran sebagai perekat sosial sekaligus mendorong terciptanya iklim demokrasi yang sehat, damai, dan kondusif. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (1/9) menyikapi perkembangan politik nasional terkini.

Dalam arahannya, Bachtiar menyampaikan enam poin penting yang menjadi pedoman bagi kader Muhammadiyah. Pertama, kader diminta mengawal sikap resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara sungguh-sungguh, solid, dan kompak, terutama dalam merespons isu-isu strategis nasional.

Kedua, seluruh kader diimbau tetap cermat serta waspada terhadap perkembangan keadaan, termasuk kemungkinan meningkatnya ketegangan sosial maupun politik. Ketiga, Muhammadiyah menekankan pentingnya menjaga ketenteraman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebagai bagian dari komitmen terhadap harmoni sosial.

Keempat, kader diminta tidak mudah terpancing oleh provokasi, adu domba, atau upaya pecah belah yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa. Kelima, Muhammadiyah mengajak semua pihak menjauhi segala bentuk kekerasan karena dapat memperkeruh keadaan dan merusak tatanan demokrasi.

Poin keenam, Bachtiar menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib, damai, dan berkeadaban. Cara tersebut dinilai sejalan dengan koridor demokrasi serta mencerminkan nilai-nilai luhur yang selama ini dijunjung Muhammadiyah.

“Mari kita rawat demokrasi, menjaga persatuan bangsa, dan memajukan negara untuk menjadi bangsa yang berkemajuan,” tegas Bachtiar.

Ia menambahkan, Muhammadiyah akan terus mendorong ruang dialog yang konstruktif dan solutif. Organisasi tersebut juga berkomitmen menghindari langkah-langkah yang dapat memperuncing perbedaan atau memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Dengan jaringan yang luas di berbagai bidang, Muhammadiyah menyatakan komitmennya untuk menjadi teladan dalam memperkuat demokrasi, menjaga keutuhan bangsa, serta membangun kehidupan publik yang damai dan beradab.