KARAWANG – Program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh civitas akademika terus memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi lokal. Kali ini, tim dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri dan Informatika (FTII) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna untuk mendongkrak produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.

Tim yang dipimpin oleh Riyan Ariyansyah bersama anggotanya, Ade Davy Wiranta dan Delvis Agusman, memfokuskan pendampingan pada Kelompok Salty Ship. Kelompok usaha ini bergerak di sektor pengolahan hasil laut, seperti kerupuk ikan, rajungan, dan aneka seafood lainnya. Melalui program hibah pengabdian masyarakat ini, tim Uhamka menghadirkan solusi berupa alat pengering kerupuk mekanis serta sistem penjualan berbasis digital.

Ketua pengusul program, Riyan Ariyansyah, menjelaskan bahwa sebelumnya proses produksi mitra mereka sangat bergantung pada faktor cuaca karena masih mengandalkan penjemuran tradisional di bawah terik matahari. Metode konvensional tersebut tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga rentan terhadap kontaminasi debu dan kotoran, serta menghasilkan tingkat kekeringan bahan yang tidak merata.

Kehadiran alat pengering yang dirancang oleh tim dosen Uhamka ini diharapkan mampu memangkas waktu produksi secara signifikan sekaligus menjaga standar higienitas produk. Selain memperbarui aspek teknologi produksi, tim pengabdian juga memberikan pelatihan manajemen usaha yang lebih terstruktur guna memastikan keberlanjutan bisnis mitra.

Tidak hanya menyasar lini produksi, program ini juga menyentuh sektor pemasaran yang kerap menjadi kendala UMKM lokal. Selama ini, pemasaran produk Salty Ship masih terbatas pada metode konvensional dengan cakupan wilayah yang sempit. Melalui pendampingan intensif, para pelaku usaha kini mulai diarahkan untuk memanfaatkan media sosial dan platform lokapasar (marketplace), mengemas konten promosi yang menarik, serta meningkatkan kualitas desain label dan kemasan produk.

Melalui integrasi teknologi produksi dan strategi digitalisasi ini, tim Uhamka menargetkan peningkatan omzet penjualan minimal sebesar 25 persen bagi Kelompok Salty Ship. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar produk lokal Karawang hingga menembus luar daerah.