Sektor budidaya udang di Provinsi Thanh Hoa kini memasuki babak baru melalui adopsi teknologi digital. Para peternak mulai meninggalkan metode konvensional dan beralih ke sistem akuakultur modern yang terintegrasi dengan alat pemberi pakan otomatis, pemantauan kualitas air real-time, serta sistem pengolahan limbah yang efisien.

Perubahan ini tidak hanya sebatas penggunaan mesin, tetapi juga mencakup infrastruktur tambak yang dirancang lebih presisi. Dengan atap pelindung dan sistem oksigenasi yang beroperasi 24 jam, para petani kini mampu menjaga stabilitas ekosistem tambak. Pengaturan pakan yang terukur secara digital meminimalisir pemborosan sekaligus mencegah pencemaran air yang sering menjadi kendala utama dalam budidaya tradisional.

Efisiensi biaya menjadi dampak paling signifikan yang dirasakan oleh pelaku industri. Bapak Ho Van Duong, Direktur Anh Quan Hai Chau Co., Ltd., mengungkapkan bahwa otomatisasi telah memangkas kebutuhan tenaga kerja secara drastis, yakni dari empat hingga lima orang menjadi hanya dua orang per hektar. Meski memerlukan investasi awal yang cukup besar, yakni 3 hingga 4 miliar VND per hektar, teknologi ini memberikan kontrol penuh atas kualitas air dan input produksi yang lebih terukur.

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Thanh Hoa mencatat lonjakan produktivitas yang impresif, di mana hasil panen kini mampu mencapai 30 hingga 50 ton per hektar dalam setiap siklusnya. Dengan kemampuan melakukan dua hingga tiga kali panen dalam setahun, penerapan teknologi ini menjadi kunci bagi para petani untuk menghadapi fluktuasi pasar dan membangun rantai nilai akuakultur yang lebih berkelanjutan.