Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan bahwa integritas aparatur sipil negara (ASN) merupakan elemen krusial dalam menentukan daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum dalam puncak perayaan Dies Natalis ke-11 Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa daya saing sebuah negara tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, melainkan juga kualitas institusi yang tercermin melalui tata kelola pemerintahan yang transparan dan kredibel. Ia menyoroti peran strategis lulusan PKN STAN di sektor krusial seperti perpajakan dan bea cukai dalam mendorong efisiensi kebijakan domestik hingga pasar internasional.

Purbaya mengingatkan para mahasiswa bahwa dunia sedang menghadapi tantangan kompleks, mulai dari perang tarif hingga pergeseran rantai pasok global. Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk lebih adaptif, disiplin dalam menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta memiliki keberanian untuk melakukan perbaikan tata kelola di segala lini.

Lebih lanjut, Purbaya menyoroti bahwa aspek teknis dan teknologi dapat diperoleh melalui pelatihan atau investasi, namun integritas adalah nilai fundamental yang harus ditanamkan sejak dini. Baginya, kejujuran dan etika kerja harus tetap terjaga meski dalam situasi tanpa pengawasan.

Menutup paparannya, Purbaya berpesan bahwa mahasiswa PKN STAN merupakan calon garda terdepan penjaga kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa APBN bukan sekadar instrumen administratif, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.