Pengidap diabetes dan hipertensi kerap kali fokus memantau kadar gula darah, tekanan darah, serta kesehatan jantung. Namun, aspek kesehatan mata sering terabaikan, padahal komplikasi dari kedua penyakit kronis ini dapat mengancam fungsi penglihatan secara diam-diam tanpa memicu gejala awal.
Kerusakan pembuluh darah pada mata akibat kadar gula darah tinggi yang berlangsung lama dikenal sebagai retinopati diabetik. Di sisi lain, tekanan darah tinggi atau hipertensi yang tidak terkontrol juga berpotensi mengganggu kelancaran sirkulasi darah serta merusak struktur penunjang penglihatan pada organ mata.
Spesialis mata konsultan dari Cornerstone Eye Centre Asian Healthcare Specialists, dr. Low Jin Rong, menjelaskan bahwa banyak pasien disiplin melakukan pemeriksaan organ dalam seperti ginjal dan jantung, tetapi luput memeriksa mata. Menurutnya, penglihatan yang terasa normal bukan jaminan bahwa kondisi retina, saraf optik, maupun lapang pandang pasien dalam keadaan sehat.
Senada dengan hal tersebut, dr. Roy Tan yang juga merupakan spesialis mata konsultan di lembaga medis yang sama menekankan pentingnya deteksi dini. Ia mengingatkan bahwa kerusakan mata akibat komplikasi diabetes dan penyakit kronis lainnya, seperti degenerasi makula terkait usia (AMD) dan glaukoma, umumnya bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan total.
Penanganan dini sangat menentukan keberhasilan terapi medis pasien. Pada stadium awal, gangguan mata seperti retinopati diabetik biasanya cukup ditangani dengan terapi laser untuk mencegah pemburukan. Sebaliknya, keterlambatan diagnosis sering kali memaksa pasien menjalani prosedur operasi besar yang bahkan belum tentu mampu memulihkan fungsi penglihatan secara utuh.
Oleh karena itu, penderita diabetes dan hipertensi—terutama yang telah mengidap penyakit tersebut bertahun-tahun, berusia lanjut, memiliki minus mata tinggi, atau memiliki riwayat keluarga—sangat disarankan melakukan skrining mata berkala. Pemeriksaan segera juga wajib dilakukan jika muncul gejala darurat seperti penglihatan mendadak buram, nyeri hebat pada bola mata, atau munculnya bayangan seperti tirai.