Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini melahirkan inovasi baru di sektor keuangan digital melalui peluncuran aplikasi KitaPay - Agen Pulsa & QRIS 0%. Platform multi-layanan yang resmi dirilis pada 11 Juni 2026 ini merupakan hasil karya PT Kita Multi Andalan yang berbasis di Kecamatan Sedayu, Bantul. Kehadiran aplikasi ini membuktikan bahwa inovasi teknologi yang kompetitif kini tidak lagi didominasi oleh pelaku industri dari kota-kota besar.

KitaPay dirancang sebagai solusi satu pintu (one-stop solution) untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan transaksi non-tunai yang praktis. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai fitur penting, mulai dari pembelian pulsa telepon, paket data internet, token listrik PLN, hingga layanan Payment Point Online Bank (PPOB). Selain itu, platform ini juga memfasilitasi transfer antarbank serta pembayaran berbasis kode QR untuk memudahkan para merchant lokal.

Kehadiran ekosistem digital ini dirancang agar ramah bagi dua kategori pengguna utama. Bagi masyarakat umum, aplikasi ini berfungsi sebagai alat bantu transaksi kebutuhan sehari-hari secara mandiri. Sementara bagi para pelaku usaha mikro, KitaPay dapat dimanfaatkan sebagai mesin penggerak bisnis keagenan pembayaran guna meningkatkan pendapatan mereka.

Di balik lahirnya KitaPay, terdapat sosok inspiratif Cahyo Kuncoro yang menjabat sebagai CEO sekaligus pendiri PT Kita Multi Andalan. Sebagai seorang penyandang disabilitas netra, Cahyo membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk aktif berkarya di industri teknologi yang dinamis. Dengan mengusung semangat pantang menyerah, ia sukses memimpin pengembangan platform ini dari wilayah pinggiran Yogyakarta hingga siap digunakan oleh publik luas.

Kendati menawarkan berbagai kemudahan transaksi, pengelola KitaPay menyadari pentingnya menjaga stabilitas sistem dan keamanan data pengguna sebagai prioritas utama. Keandalan sistem dan layanan konsumen yang responsif menjadi fokus krusial demi menjaga kepercayaan masyarakat seiring dengan meningkatnya volume transaksi digital pada ekosistem mereka.