Sebuah surat kabar yang dikelola oleh Pemerintah Kota Teheran, Hamshahri, baru saja memublikasikan daftar berisi 13 pemimpin dunia yang disebut sebagai target pembalasan dendam. Langkah provokatif ini diambil menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam sebuah serangan udara pada akhir Februari 2026 lalu.

Daftar tersebut mencakup deretan tokoh sentral dari Amerika Serikat, Israel, hingga negara-negara Eropa. Visualisasi infografis yang disebarkan memperlihatkan para pemimpin tersebut mengenakan seragam penjara, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump ditempatkan sebagai target utama. Selain pejabat tinggi militer dan diplomat AS serta Israel, sejumlah pemimpin Eropa seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut masuk dalam daftar ancaman tersebut.

Publikasi ini dipandang sebagai refleksi dari posisi garis keras pemerintahan baru Iran di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei. Dalam pernyataan resminya, Mojtaba menegaskan bahwa tuntutan pembalasan atas kematian sang ayah adalah mandat rakyat yang tidak terelakkan. Pihak Iran menuding para pemimpin negara Barat tersebut terlibat dalam aksi kriminal karena mendukung serangan udara yang menewaskan Ali Khamenei.

Menanggapi ancaman terbuka ini, Kementerian Luar Negeri Israel menyampaikan kecaman keras. Melalui platform media sosial X, Israel menuding rezim Teheran tengah berupaya menyebarkan hasutan kekerasan internasional sebagai bentuk pengalihan atas krisis domestik yang mereka hadapi. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi apakah daftar tersebut merupakan kebijakan negara secara kolektif atau sekadar manuver retorika dari faksi politik tertentu di Teheran.