Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, resmi membuka agenda Orientasi Pembinaan Posyandu bagi para tenaga kesehatan dari seluruh Puskesmas di Kota Tanjungpinang. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston ini dijadwalkan berjalan selama empat hari, mulai dari 6 hingga 9 Juli 2026, sebagai upaya strategis dalam memperkuat layanan kesehatan dasar.

Dalam arahannya, Lis Darmansyah menekankan bahwa evaluasi terhadap penanganan pandemi COVID-19 di masa lalu menjadi titik tolak penting untuk membangun sistem kesehatan yang lebih adaptif dan tangguh. Ia menegaskan bahwa Posyandu harus bertransformasi menjadi garda terdepan yang mampu memberikan pelayanan berkualitas di setiap tahapan siklus kehidupan masyarakat.

Transformasi layanan primer ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan kesehatan saat ini, mulai dari pencegahan penyakit menular seperti tuberkulosis, penanganan penyakit tidak menular, hingga isu krusial terkait gizi serta kesehatan ibu dan anak. Menurut Lis, integrasi layanan ini bertujuan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap layanan promotif dan preventif hingga ke level kelurahan.

“Integrasi layanan primer adalah komitmen nyata agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah, cepat, dan berkualitas. Kita harus memastikan jejaring pelayanan di tingkat lingkungan berjalan efektif,” tegas Lis.

Selama masa orientasi, para peserta dibekali dengan kurikulum komprehensif oleh empat narasumber ahli. Materi yang disampaikan mencakup kebijakan transformasi Posyandu, strategi komunikasi efektif, pendidikan antikorupsi, hingga simulasi praktik lapangan dan penyusunan rencana tindak lanjut untuk diimplementasikan di wilayah kerja masing-masing.