Jakarta — Data terbaru yang dihimpun oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengungkap fakta mengkhawatirkan: lebih dari satu juta generasi muda Indonesia telah terdiagnosis mengidap hipertensi. Tak hanya itu, sekitar 400 ribu jiwa dalam kelompok usia produktif juga tercatat menyandang penyakit diabetes melitus, dua kondisi kronis yang lazimnya dikaitkan dengan kelompok usia lanjut.

Temuan tersebut berasal dari program skrining riwayat kesehatan yang telah diikuti oleh 79 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hasil pemeriksaan massal itu berhasil mengidentifikasi 23 juta warga yang memiliki risiko tinggi terhadap hipertensi serta 17 juta jiwa yang rentan terjangkit diabetes melitus. Angka-angka ini menjadi alarm serius bagi upaya penguatan sistem kesehatan preventif di Tanah Air.

Persoalan kesehatan generasi muda ini menjadi sorotan utama dalam ajang Health Fun Run yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan olahraga massal tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-58 BPJS Kesehatan, sekaligus menjadi momentum untuk mengampanyekan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito, yang turut hadir memeriahkan acara tersebut, menegaskan bahwa pendekatan promotif dan preventif merupakan kunci untuk menekan lonjakan biaya kesehatan. Menurutnya, mencegah penyakit jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan mengobatinya. "Kegiatan ini utamanya adalah promotif preventif, untuk mencegah hipertensi dan diabetes pada usia muda. Biaya kesehatan akan rendah kalau kita mencegah penyakit. Yang paling penting adalah BPJS-nya harus aktif," tegasnya.

Pujo juga menyoroti bahwa kebiasaan berolahraga secara teratur merupakan bentuk investasi kesehatan jangka panjang yang tak ternilai. Ia mengingatkan pentingnya menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif sebagai jaring pengaman ketika seseorang jatuh sakit. Saat ini, program JKN telah menjangkau lebih dari 285 juta jiwa atau mencakup lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, ditunjang oleh 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.221 rumah sakit serta klinik utama di seluruh penjuru negeri.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda Raffi Ahmad turut menyampaikan pesan motivasi dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa kebiasaan hidup sehat tidak boleh terus-menerus ditunda. "Hidup sehat itu jangan dimulai dari besok, besok, besok. Dimulai dari saat ini juga. Sehat itu mahal, sehat itu penting," ujarnya di hadapan ribuan peserta lari.

Raffi menambahkan bahwa pola hidup sehat perlu ditanamkan sejak usia dini, mulai dari konsumsi makanan bergizi, menjaga pola tidur yang cukup, hingga rutin beraktivitas fisik. Menurutnya, sinergi seluruh lapisan masyarakat menjadi prasyarat penting dalam membangun ketahanan kesehatan bangsa secara kolektif.

Melalui langkah sederhana seperti membiasakan olahraga rutin, BPJS Kesehatan berharap masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional. Upaya pembudayaan aktivitas fisik ini dipandang sebagai fondasi strategis untuk mewujudkan visi generasi Indonesia yang sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.