Tim akademisi dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan. Kegiatan ini dipusatkan di Jemaat GPM Liang, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, dengan mengusung tema diversifikasi produk olahan berbahan dasar komoditas lokal.
Program ini dirancang untuk membekali kaum perempuan setempat dengan keterampilan mengolah hasil bumi yang melimpah seperti kelapa, pisang, sagu, dan keladi. Melalui diversifikasi pangan, produk-produk mentah tersebut diubah menjadi barang olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi, sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam pelatihan tersebut, para pakar dari Unpatti membagikan keahlian mereka secara langsung. Sophia G. Sipahelut, M.Sc selaku ketua tim memaparkan teknologi pengolahan kelapa. Sementara itu, Dr. Ir. Meity Mailoa mengulas potensi olahan pisang dan sagu, disusul oleh Dr. Cynthia G. C. Lopulalan yang memandu pemanfaatan komoditas keladi beserta inovasi produk turunannya. Tidak sekadar teori, para peserta juga terlibat aktif dalam sesi praktik pembuatan berbagai produk pangan olahan.
Ketua Tim Pengabdian, Sophia G. Sipahelut, menjelaskan bahwa wilayah Maluku memiliki kekayaan komoditas pertanian yang sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui transfer teknologi dan keterampilan ini, perguruan tinggi berharap dapat menumbuhkan jiwa wirausaha baru yang dikelola oleh kelompok perempuan di tingkat jemaat.
Kehadiran para akademisi ini disambut hangat oleh masyarakat setempat. Ketua Majelis Jemaat GPM Liang, Pendeta Izack Huwae, menyampaikan apresiasi mendalam atas pelatihan yang dinilai sangat relevan dengan potensi lingkungan mereka. Ia berharap bekal pengetahuan ini dapat segera dipraktikkan untuk membangun kemandirian ekonomi jemaat yang berkelanjutan.