PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) terus mengintensifkan langkah efisiensi perusahaan sebagai bagian dari rencana transformasi korporasi jangka panjang. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, bank yang terafiliasi dengan grup keuangan asal Korea Selatan ini tercatat melakukan perampingan pada jumlah tenaga kerja serta penyusutan jaringan kantor operasional mereka.
Hingga kuartal pertama tahun 2026, KB Bank mencatat jumlah karyawan mencapai 2.265 orang, atau berkurang 69 orang dibandingkan posisi akhir Desember 2025. Jika ditarik perbandingan secara tahunan (year-on-year), langkah rasionalisasi tenaga kerja ini terlihat lebih signifikan mengingat pada Maret 2025, jumlah staf perusahaan masih berada di angka 2.927 orang.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk memperbaiki kinerja fundamental. Meski melakukan perampingan fisik, bank tetap melakukan transformasi digital untuk mendukung layanan bagi nasabah di tengah perubahan perilaku transaksi perbankan saat ini.
Di sisi lain, KB Bank mendapatkan suntikan dukungan finansial berupa fasilitas pendanaan atau credit line senilai Rp 2 triliun dari induk usahanya, KB Financial Group. Tambahan modal ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas likuiditas perseroan, terutama di tengah dinamika kebijakan moneter Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin pada semester pertama tahun ini.
Manajemen KB Bank menyatakan optimisme bahwa dukungan finansial dari pemegang saham pengendali ini akan memberikan fleksibilitas lebih bagi perseroan dalam menjalankan ekspansi bisnis yang berkelanjutan meski di tengah tantangan ekonomi nasional yang kompetitif.