Pemerintah Republik Dominika kini memiliki kapasitas baru untuk memperkuat sektor pertaniannya melalui peresmian laboratorium kultur jaringan kentang di Kota Constanza. Fasilitas mutakhir ini dibangun atas kerja sama dengan Badan Administrasi Pengembangan Pertanian Korea Selatan guna mendorong kemandirian produksi benih kentang berkualitas tinggi di negara Karibia tersebut.
Laboratorium ini diproyeksikan menjadi solusi strategis atas ketergantungan impor benih di Republik Dominika dengan menyediakan pasokan benih kentang bebas penyakit secara berkelanjutan. Langkah ini dipelopori oleh Kemitraan Korea untuk Inovasi Pertanian (KOPIA) cabang Dominika, yang telah aktif mengembangkan teknologi produksi benih lokal sejak tahun 2017.
Upaya modernisasi pertanian ini dijalankan melalui peta jalan yang sistematis. Selain menginisiasi program desa percontohan produksi benih sejak tahun 2023, KOPIA juga merenovasi fasilitas penyimpanan logistik pertanian pada awal tahun 2026 sebelum akhirnya merampungkan pembangunan laboratorium kultur jaringan utama ini.
Dengan beroperasinya fasilitas baru tersebut, Republik Dominika ditargetkan mampu memproduksi sekitar 5.000 bibit tanaman kentang bebas penyakit kelas G0 secara mandiri. Keberhasilan fase awal ini diproyeksikan akan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan benih sebar kelas G4 yang mampu memenuhi kebutuhan lahan budidaya seluas 1.000 hektare secara bertahap.