Kontingen Jawa Barat menyampaikan apresiasi terhadap layanan kesehatan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Gorontalo selama pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan atau PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo.

Penanggung jawab Kontingen Jawa Barat, Asep Halim Jamaludin, menilai dukungan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tidak berhenti pada pemeriksaan awal peserta. Menurutnya, tenaga kesehatan tetap siaga di lapangan sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.

Asep mengatakan, setiap keluhan kesehatan dari peserta mendapat respons cepat. Petugas kesehatan disebut segera mendatangi peserta yang membutuhkan penanganan, terutama mereka yang mengalami kelelahan setelah mengikuti berbagai agenda PENAS.

“Ketika ada peserta yang mengeluhkan kondisi kesehatannya, kami cukup menghubungi tim kesehatan dan petugas langsung datang memberikan pelayanan. Respons cepat seperti ini sangat membantu peserta yang kelelahan setelah mengikuti berbagai kegiatan PENAS,” kata Asep.

Selain aspek kesehatan, Asep juga menyoroti keramahan warga Gorontalo. Ia menyebut peserta dari Jawa Barat merasa diterima dengan baik, baik oleh panitia, petugas pendamping, maupun masyarakat di sekitar lokasi kegiatan dan homestay.

Menurut Asep, kerja sama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, panitia, dan masyarakat turut menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta dari berbagai provinsi. Kondisi itu dinilainya menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.

“Pelayanan yang diberikan sangat baik dan patut dipertahankan. Kami merasakan perhatian yang luar biasa, tidak hanya dari panitia dan tenaga kesehatan, tetapi juga dari masyarakat Gorontalo yang menyambut peserta dengan ramah. Ini menjadi kesan yang sangat positif bagi kami selama mengikuti PENAS XVII,” ujarnya.

Hingga 25 Juni 2026, mayoritas anggota Kontingen Jawa Barat telah kembali ke daerah asal. Dari total 105 peserta yang mengikuti PENAS XVII di Gorontalo, sebanyak 94 orang sudah bertolak ke Jawa Barat.

Sementara itu, 11 peserta lainnya masih berada di Gorontalo dan dijadwalkan pulang pada 27 Juni 2026.