Sebuah konser musik di Bandung menarik perhatian publik karena menerapkan konsep berbeda dalam sistem masuk penonton. Alih-alih menggunakan tiket berbayar seperti konser pada umumnya, panitia menjadikan beras sebagai syarat masuk ke venue.
Konsep ini memberi warna sosial dalam penyelenggaraan acara hiburan. Penonton yang ingin hadir tidak hanya datang untuk menikmati pertunjukan musik, tetapi juga ikut berpartisipasi melalui kontribusi berbentuk kebutuhan pokok.
Gagasan mengganti tiket masuk dengan beras dinilai menjadi pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Selain mempermudah sebagian penonton untuk berpartisipasi, konsep tersebut juga berpotensi menghadirkan manfaat sosial apabila hasil pengumpulan beras disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
Bandung selama ini dikenal sebagai salah satu kota dengan ekosistem musik yang aktif dan kreatif. Kehadiran konser dengan model seperti ini menunjukkan bahwa ruang hiburan dapat dikemas tidak hanya sebagai ajang pertunjukan, tetapi juga sebagai medium kepedulian sosial.