Rumah Sakit Umum Binh Dien terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan layanan kesehatan yang bersih dan bebas dari asap rokok. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan medis serta perlindungan kesehatan, baik bagi pasien, keluarga pengunjung, maupun para tenaga medis yang bertugas.

Salah satu bukti nyata keberhasilan program ini dirasakan oleh Ho Van Tan (47), seorang pasien yang telah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut selama hampir lima tahun. Berkat edukasi yang konsisten dan bimbingan sabar dari para perawat sejak awal Mei 2026, Tan akhirnya berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya secara total, yang berdampak signifikan pada peningkatan kondisi kesehatannya.

Untuk mendukung gerakan ini, pihak rumah sakit memasang berbagai media sosialisasi seperti spanduk, poster, dan papan imbauan "Dilarang Merokok" di area-area strategis, mulai dari gerbang masuk, ruang tunggu, hingga bangsal perawatan. Selain itu, kantin rumah sakit juga dilarang keras menjual produk tembakau guna meminimalkan akses rokok di lingkungan fasilitas kesehatan.

Tidak hanya menyasar pasien, aturan bebas asap rokok ini juga diterapkan secara ketat kepada seluruh jajaran internal rumah sakit. Setiap staf medis diwajibkan menjadi teladan dengan tidak merokok di area kerja. Pihak manajemen pun rutin menyelenggarakan pelatihan tahunan guna membekali tenaga kesehatan dengan keterampilan komunikasi persuasif dalam mengampanyekan bahaya tembakau.

Direktur Rumah Sakit Umum Binh Dien, Dr. Phan Le Minh Tuan, menegaskan bahwa predikat rumah sakit bebas asap rokok merupakan indikator penting dalam mewujudkan lingkungan perawatan yang aman dan beradab. Ke depan, manajemen berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan, memperluas layanan konseling berhenti merokok, serta mempertahankan konsep area hijau yang asri demi kenyamanan bersama.