PT Astra Agro Lestari Tbk terus memperkuat komitmen keberlanjutan dalam industri kelapa sawit dengan mengintegrasikan teknologi modern, program konservasi, riset mendalam, serta tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Langkah ini diimplementasikan secara menyeluruh dalam operasional perkebunan mereka di wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam agenda Press Tour BPDP 2026, sejumlah media berkesempatan melihat langsung penerapan prinsip keberlanjutan tersebut di lapangan. Peninjauan mencakup digitalisasi tata kelola kebun, pengelolaan area konservasi keanekaragaman hayati, hingga pusat riset dan inovasi yang dikembangkan perusahaan.

Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro, Hubbal Khoir Sembiring, menegaskan bahwa aspek keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian integral yang melekat di setiap rantai bisnis perusahaan. Pihaknya mengadopsi pendekatan holistik yang menyeimbangkan tiga elemen utama, yakni manusia (people), tanaman (plant), dan lingkungan (planet).

Pada aspek teknologi, Astra Agro memanfaatkan sistem digitalisasi dan mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang akurat. Sementara di sektor konservasi, perusahaan aktif memelihara ekosistem lokal melalui pembibitan pohon Blangeran, tanaman endemik khas Kalimantan, guna menjaga keanekaragaman hayati di sekitar area perkebunan.

Inovasi ramah lingkungan juga lahir dari fasilitas Research and Development (R&D) milik perusahaan. Astra Agro sukses mengembangkan tiga varietas bibit unggul tahan penyakit Ganoderma, yakni AAL Lestari, AAL Sejahtera, dan AAL Nirmala. Selain itu, mereka menciptakan pupuk hayati berbasis mikroba bernama ASTEMIC, yang mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menekan ketergantungan pada pupuk kimia hingga 25 persen.