Nasib malang yang membayangi masa tua Mbok Darmi, seorang lansia asal Desa Tegalsari Timur, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kini perlahan sirna. Setelah sekian lama bertahan hidup dalam keterbatasan fisik dan hunian yang memprihatinkan, perempuan lanjut usia ini akhirnya dapat bernapas lega berkat uluran tangan para donatur dan kepedulian masyarakat sekitar.

Sebelumnya, Mbok Darmi harus tinggal sebatang kara di sebuah gubuk berukuran 4x6 meter yang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Dinding anyaman bambu yang mulai renggang serta atap yang bocor di setiap sudut membuat rumah tersebut rentan ambruk sewaktu-waktu. Keterbatasan ekonomi dan gangguan kesehatan akibat stroke yang dideritanya sejak 2016 memaksa dirinya bergantung pada bantuan makanan dari tetangga sekitar serta kunjungan berkala dari sang adik, Karniti.

Kondisi memprihatinkan tersebut memicu empati publik setelah kisahnya dipublikasikan. Melalui penggalangan donasi di platform berbuatbaik.id, terkumpul dana sebesar Rp 20.442.000 yang dialokasikan khusus untuk merenovasi kediaman Mbok Darmi. Warga setempat bahu-membahu membangun kembali rumah tersebut menjadi hunian semipermanen yang lebih kokoh, lengkap dengan fasilitas toilet layak pakai agar ia tidak kesulitan lagi untuk urusan sanitasi.

Selain perbaikan tempat tinggal, bantuan yang disalurkan juga mencakup penyediaan layanan kesehatan home care untuk memantau pemulihan fisik Mbok Darmi secara intensif. Dukungan yang mengalir luas ini rupanya juga membawa dampak emosional positif, di mana sang anak kini menjadi lebih rutin berkunjung untuk merawat dan menemani ibunya. Harapan baru kini terbentang bagi Mbok Darmi untuk dapat menikmati sisa hari tuanya dengan lebih layak, aman, dan tenteram.