Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Mengusung tema "Berbenah Tanpa Henti, Menghadirkan Layanan Haji yang Humanis, Profesional dan Adaptif," forum ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan operasional haji di masa depan.
Sekretaris Jenderal Kemenhaj RI, Teguh Dwi Nugroho, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang evaluasi rutin, melainkan upaya konsolidasi untuk membangun ekosistem haji yang lebih tangguh. Teguh menyoroti pentingnya menjadikan setiap tantangan teknis maupun operasional yang ditemui selama musim haji tahun ini sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang cepat dan humanis bagi jamaah.
Rakernas tahun ini menyasar tiga fokus utama, yakni identifikasi persoalan lapangan dari fase persiapan hingga pemulangan, pengukuran capaian target pelayanan, serta penyusunan rekomendasi strategis. Ruang lingkup pembahasan mencakup isu krusial seperti pengelolaan kuota, tata kelola pelunasan biaya haji, standar istithaah kesehatan, hingga optimalisasi transformasi digital melalui sistem Siskohat dan platform Kawal Haji.
Sebanyak 967 peserta yang terdiri dari jajaran Kemenhaj pusat hingga daerah hadir untuk merumuskan kebijakan berbasis data. Selain sesi diskusi teknis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Komisi VIII DPR RI, Ombudsman, dan BPK, para peserta juga mengikuti kegiatan retreat yang dipandu oleh TNI dan Polri guna memperkuat soliditas, disiplin, serta budaya kerja kolaboratif di antara para petugas.
Melalui forum ini, Kemenhaj berkomitmen menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk menciptakan transformasi penyelenggaraan haji yang lebih efisien. Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan jamaah akan pelayanan yang semakin nyaman, profesional, dan akuntabel di setiap musim penyelenggaraan berikutnya.