Kementerian Dalam Negeri mengambil langkah tegas menyikapi pernyataan kontroversial Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto yang mengklaim bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berdampak terhadap menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau. Atas instruksi langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sebuah tim khusus diterjunkan ke Pekanbaru untuk melakukan klarifikasi menyeluruh.
Inspektur Jenderal Kemendagri Mahendra Jaya memimpin langsung tim yang terdiri dari sejumlah unsur strategis, yakni Inspektorat Khusus Inspektorat Jenderal Kemendagri, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, serta Pusat Data dan Informasi Sekretariat Jenderal Kemendagri. Komposisi tim yang lintas direktorat ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mendalami persoalan tersebut.
"Pak Menteri Dalam Negeri memerintahkan saya, bersama tim yang terdiri dari Tim Inspektur Khusus untuk turun ke lapangan melakukan klarifikasi apa yang sebenarnya terjadi," ungkap Mahendra Jaya saat berada di Pekanbaru, Rabu (24/6).
Dalam proses pemeriksaan, tim Kemendagri melakukan klarifikasi secara langsung terhadap sejumlah pejabat kunci di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Selain Plt Gubernur SF Hariyanto, turut diperiksa Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Sekretaris Dinas Pendidikan.
Hasil klarifikasi yang dilakukan tim mengungkapkan fakta menarik. Kemendagri menemukan bahwa sejumlah persoalan memang menjadi penyebab kondisi penerimaan daerah yang menurun, namun faktor-faktor tersebut tidak berkaitan dengan pelaksanaan Program MBG sebagaimana diklaim sebelumnya oleh Plt Gubernur Riau.
Di antara temuan yang disampaikan Mahendra Jaya adalah belum optimalnya target realisasi pembangunan kantin sekolah pada Tahun Anggaran 2026. Temuan ini mengindikasikan bahwa permasalahan yang dihadapi Pemerintah Provinsi Riau lebih bersifat internal terkait perencanaan dan pelaksanaan anggaran, bukan dampak langsung dari program nasional MBG.