PT Indika Energy Tbk (INDY) secara resmi mengamankan fasilitas kredit sebesar US$155 juta dari PT Bank DBS Indonesia. Kucuran dana segar ini dialokasikan secara khusus untuk mendanai belanja modal dalam rangka pengembangan proyek tambang emas di Sulawesi Selatan, yang dioperasikan oleh anak usahanya, PT Masmindo Dwi Area.

Sekretaris Perusahaan Indika Energy, Adi Pramono, mengungkapkan bahwa kesepakatan pinjaman ini ditandatangani oleh perseroan bersama beberapa anak usaha yang bertindak sebagai penjamin. Fasilitas kredit baru ini dijamin secara pari passu, yang berarti memiliki hak setara dengan obligasi senior perseroan yang akan jatuh tempo pada tahun 2029.

Langkah taktis ini menjadi bagian dari strategi besar emiten yang dikendalikan oleh Agus Lasmono dan Wiwoho Basuki Tjokronegoro untuk melakukan transisi bisnis. Perusahaan berkomitmen untuk mulai mengurangi ketergantungan pada komoditas batu bara dan merambah portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi serta ramah lingkungan.

Hingga semester pertama tahun 2026, Indika Energy membukukan pendapatan sebesar US$653,7 juta. Sektor batu bara masih mendominasi dengan menyumbang 78,1 persen dari total pendapatan. Kendati demikian, segmen nonbatubara menunjukkan performa positif dengan mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 38,8 persen menjadi US$260,2 juta pada periode yang sama.

Manajemen INDY memproyeksikan kontribusi dari sektor nonbatubara dapat terdongkrak hingga mencapai 50 persen dari total pendapatan pada tahun 2028. Selain Masmindo Dwi Area, keseriusan perseroan dalam mengeksplorasi sektor emas dan mineral lainnya juga diperkuat melalui anak usaha seperti Rockgeo Energi Nusantara dan Mekko Metal Mining.