Kawasan wisata Kota Tua Jakarta mencatatkan tren kunjungan yang signifikan selama periode libur sekolah dan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499. Merujuk data dari Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, tercatat sebanyak 99.663 wisatawan telah memadati kawasan bersejarah tersebut dalam kurun waktu 27 Juni hingga 5 Juli 2026.

Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra, menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh diversifikasi program rekreasi yang ditawarkan, mulai dari wisata sejarah di museum hingga atraksi modern seperti rumah hantu dan museum 3D. Puncak keramaian tercatat terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026, dengan total 14.773 pengunjung yang memadati area tersebut.

Secara statistik, peningkatan kunjungan pada hari kerja mencapai 30 hingga 40 persen, sementara pada akhir pekan meningkat antara 20 hingga 30 persen dibanding periode normal. Denny optimistis angka kunjungan akan terus menanjak dan diproyeksikan menembus angka 200 ribu orang hingga akhir pekan ini.

Guna mempertahankan minat wisatawan, pengelola menyediakan berbagai fasilitas penunjang yang inklusif. Selain akses gratis ke sejumlah museum bagi pemegang KJP dan KIP, tersedia pula layanan 'Free Guided Walking Tour' dan bus wisata rute sejarah. Ke depannya, pihak pengelola berencana memperkuat kolaborasi dengan komunitas kreatif guna menghadirkan acara-acara yang lebih relevan bagi generasi muda.

Sebagai upaya modernisasi fasilitas, Kota Tua kini melengkapi diri dengan spot foto estetik seperti Photobooth Lighting Art dan Posetopia. Langkah ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Kota Tua sebagai destinasi terpadu yang memadukan nilai historis dengan gaya hidup masa kini bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara.