BANTUL — Upaya penguatan peran kader kesehatan di tingkat desa kembali dilakukan di Kalurahan Caturharjo, Kabupaten Bantul. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (IMM FKM UAD) menggelar kegiatan Pelita Kader Pertemuan 1 di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi model “Hamemayu Warasing Desa”, sebuah program yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kader kesehatan, dalam menghadapi persoalan Penyakit Tidak Menular (PTM) di lingkungan desa.

Agenda pelatihan ini dihadiri Kamituwa Kalurahan Caturharjo, Agung, jajaran kader kesehatan desa, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD, serta Staf Seksi P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Bagus Hermawan, A.Md., yang hadir sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Agung menyampaikan apresiasi kepada tim mahasiswa UAD atas inisiatif pendampingan tersebut. Pemerintah Kalurahan Caturharjo berharap pelatihan ini dapat memperkuat kemampuan kader dalam membantu pencegahan dan pengendalian PTM di tengah masyarakat.

Sebelum menerima materi, para kader mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mereka mengenai penyakit tidak menular. Setelah itu, Bagus Hermawan memaparkan materi mengenai definisi PTM, faktor risiko, jenis penyakit yang banyak dijumpai, pentingnya deteksi dini, serta peran kader dalam edukasi, promosi kesehatan, dan pencegahan di tingkat komunitas.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD kepada narasumber. Di akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bahan evaluasi efektivitas pelatihan.

Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan pemahaman kader setelah mengikuti sesi edukasi. Para peserta dinilai lebih memahami konsep dasar PTM, faktor pemicu, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kalurahan, kader kesehatan, dan Dinas Kesehatan Bantul diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat. Kader Caturharjo ditargetkan mampu menjalankan skrining, memberikan edukasi, serta mendampingi warga secara lebih mandiri dan berkelanjutan.