Program Cek Kesehatan Gratis yang diinisiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berhasil mengungkap fakta memprihatinkan mengenai kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Jutaan warga terdeteksi mengidap penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga kolesterol tinggi tanpa mereka sadari sebelumnya. Kondisi ini menuntut penanganan segera agar penyakit tidak berkembang menjadi komplikasi fatal.
Wakil Menteri Kesehatan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa mayoritas pasien baru menyadari kondisi kesehatannya setelah penyakit memasuki stadium lanjut atau berat. Merujuk pada studi di Jakarta, satu dari delapan orang terdeteksi mengidap diabetes, dengan sebagian besar penderita tidak pernah mengetahui diagnosis tersebut sebelum mengikuti pemeriksaan medis.
Temuan ini mendorong perubahan fokus kebijakan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Jika sebelumnya pemerintah berfokus pada perluasan jangkauan skrining kesehatan, kini prioritas utama adalah memastikan masyarakat yang terindikasi sakit segera mendapatkan akses pengobatan yang layak dan berkelanjutan di fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data evaluasi program hingga akhir Juli 2026, antusiasme masyarakat cukup tinggi dengan total partisipan mencapai 73 juta orang. Dari pemeriksaan massal tersebut, tercatat 4,9 juta orang mengidap hipertensi, 5,5 juta dalam kondisi prehipertensi, 1 juta orang positif diabetes, serta 1,9 juta berada pada fase prediabetes. Selain itu, ditemukan pula 11 juta orang mengalami obesitas dan ratusan ribu lainnya menderita gangguan lemak darah atau dislipidemia.