Pemerintah Kota Jambi mulai memperluas arah kerja sama internasional dengan Tiongkok sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah. Penjajakan ini diarahkan pada sejumlah sektor strategis, mulai dari pariwisata berbasis sejarah, pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi modern.

Agenda tersebut mengemuka saat Wali Kota Jambi menerima kunjungan Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi. Pertemuan itu menjadi kelanjutan dari hubungan kerja sama yang sebelumnya telah berjalan, terutama dalam bidang kesehatan.

Salah satu peluang yang mendapat perhatian besar adalah pengembangan wisata sejarah Candi Muaro Jambi. Kawasan tersebut dinilai memiliki nilai penting dalam hubungan peradaban antara Jambi dan Tiongkok, terutama melalui jejak perjalanan Biksu I-Tsing yang pernah belajar di wilayah tersebut sebelum menyebarkan ajaran Buddha ke Tiongkok.

Wali Kota Jambi menyampaikan, ketertarikan pihak Tiongkok terhadap sejarah Candi Muaro Jambi membuka ruang promosi pariwisata yang lebih luas. Menurutnya, apabila kunjungan wisatawan meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh destinasi wisata, tetapi juga oleh sektor pendukung seperti perhotelan, transportasi, kuliner, dan pelaku UMKM.

“Beliau sangat tertarik dengan sejarah peradaban Candi Muaro Jambi, di mana Biksu Satyakirti menjadi guru dari I-Tsing. I-Tsing belajar sekitar 10 hingga 12 tahun di Candi Muaro Jambi sebelum kemudian menyebarkan ajaran Buddha ke Tiongkok. Karena itu beliau ingin meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata,” ujar Wali Kota Jambi.

Selain pariwisata, kerja sama di bidang pendidikan juga masuk dalam pembahasan. Pemerintah Tiongkok menawarkan peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Jambi melalui pelatihan bahasa Mandarin dan Inggris, program pertukaran pelajar, serta penguatan kemitraan antarperguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses generasi muda Jambi terhadap jejaring pendidikan internasional. Di sisi lain, penguasaan bahasa asing dan pengalaman akademik lintas negara dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia daerah.

Dalam bidang teknologi, hubungan Jambi dan Tiongkok sebelumnya telah terbangun melalui program telemedicine bersama Kota Guangzhou. Melalui kerja sama itu, sejumlah tenaga kesehatan di Jambi telah memperoleh pengalaman dalam penerapan layanan medis jarak jauh yang dikembangkan di Tiongkok.

Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, menilai hubungan historis yang telah terjalin panjang menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama kedua pihak. Ia menyebut kedekatan budaya dan sejarah dapat menjadi dasar bagi hubungan yang saling menguntungkan di masa mendatang.

“Seperti yang disebutkan Pak Wali Kota, Tiongkok dan Jambi memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang. Itu menjadi landasan yang sangat kuat untuk menjalankan kerja sama kedua pihak,” kata Mr. Kuang.

Mr. Kuang juga menyatakan komitmennya untuk membantu mempromosikan potensi Jambi kepada investor, pelaku industri, dan pemangku kepentingan di Tiongkok. Promosi itu mencakup sektor ekonomi, teknologi, pendidikan, pariwisata, hingga kebudayaan.

Pemerintah Kota Jambi berharap penjajakan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret yang menghadirkan investasi baru, mempercepat transfer teknologi, serta memperkuat posisi Jambi dalam jaringan kerja sama internasional.