Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat karena tidak dapat menghadiri rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Melalui unggahan video dari Rochester, Amerika Serikat, SBY menjelaskan bahwa dirinya harus menjalani pemeriksaan kesehatan berkala di luar negeri.
Pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic tersebut merupakan prosedur tindak lanjut yang rutin dilakukan setelah ia menjalani operasi pengangkatan prostat pada tahun 2021 lalu. Evaluasi medis tahunan ini dilaksanakan atas rekomendasi dari Tim Dokter Kepresidenan guna memantau kondisi fisiknya secara menyeluruh.
Selain absen dalam upacara kemerdekaan, SBY juga meminta maaf karena tidak dapat menyaksikan langsung pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen Jakarta. Mantan Kepala Negara tersebut menjadwalkan kepulangannya ke Tanah Air pada September 2026 mendatang setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai.
Kendati sedang berada di luar negeri, SBY tetap memantau perkembangan domestik dan menyatakan optimismenya terhadap arah pembangunan nasional. Ia secara khusus menyoroti target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, angka tersebut realistis untuk dicapai berkaca pada pengalamannya memimpin Indonesia selama satu dekade.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah mengonfirmasi ketidakhadiran ayahnya dalam Sidang Tahunan MPR RI. AHY menyebutkan bahwa berdasarkan komunikasi via panggilan video, proses pemeriksaan kesehatan SBY berjalan dengan lancar dan kondisinya terpantau baik.