Militer Iran mengeluarkan peringatan keras terkait rencana Amerika Serikat yang ingin menggunakan aset Iran yang dibekukan sebagai dana kompensasi. Juru Bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa negara atau perusahaan mana pun yang menerima aliran dana dari aset tersebut akan dilarang melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan ini dirilis untuk merespons rencana Presiden AS yang berniat mengambil ganti rugi dari aset Iran yang diblokir. Ganti rugi tersebut rencananya dialokasikan bagi kapal-kapal yang rusak akibat ketegangan di wilayah selatan Selat Hormuz, situasi yang menurut pihak Teheran justru dipicu oleh kehadiran dan aktivitas militer AS yang dinilai ilegal.

Zolfaghari menegaskan bahwa langkah sepihak Washington merupakan tindakan pelanggaran hukum yang merusak stabilitas keamanan regional. Ia memperingatkan konsekuensi serius bagi pihak-pihak yang bekerja sama dengan AS dalam penyitaan aset ini, dan menegaskan Angkatan Bersenjata Iran siap memblokir pelayaran mereka di jalur laut vital tersebut.