Konferensi MMA Marketing Talk Indonesia 2026 yang berlangsung di JW Marriott Hotel Jakarta pada Kamis (16/7/2026) menjadi panggung penting bagi para pelaku industri untuk merumuskan masa depan pemasaran digital. Mengusung tema "Lead with Innovation. Grow with Purpose.", ajang ini menekankan bahwa meski kecerdasan buatan (AI) dan tren perdagangan digital terus melesat, kepercayaan konsumen serta kualitas sumber daya manusia tetap menjadi fondasi utama bisnis berkelanjutan.

CEO & Board of Directors MMA APAC, Rohit Dadwal, menegaskan bahwa inovasi sejati harus bermula dari upaya menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. Menurutnya, teknologi seperti AI bukan sekadar alat pencapai tujuan, melainkan instrumen untuk memahami kebutuhan manusia secara lebih mendalam. Di samping itu, integrasi teknologi ini wajib disertai dengan komitmen membangun kepercayaan publik agar dapat menghasilkan dampak positif bagi performa bisnis.

Rohit memproyeksikan Indonesia memiliki peluang besar dalam lanskap ekonomi digital global. Karakteristik demografi yang didominasi usia muda, cepatnya adopsi teknologi, serta maraknya tren video commerce dan social commerce diyakini akan menjadi motor penggerak utama industri periklanan dan pemasaran nasional dalam tiga hingga lima tahun mendatang. Peluang ekspansi ini pun diharapkan terus merambah ke wilayah luar Jakarta melalui digitalisasi sektor pendidikan dan keuangan.

Senada dengan hal tersebut, Komisaris PT Ilthabi Rekatama, Ilham Akbar Habibie, menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi era transformasi digital. Ia menekankan bahwa daya saing sebuah korporasi sangat bertumpu pada kompetensi tenaga kerjanya. Selain itu, Ilham juga mengingatkan pentingnya membangun kemandirian teknologi guna menekan ketergantungan pada platform kecerdasan buatan asing yang rentan terhadap dinamika geopolitik global.

Selain menyoroti peran krusial AI dan penguatan SDM lokal, konferensi ini juga mengupas berbagai isu strategis lainnya seperti kepemimpinan, pemasaran sosial, pemanfaatan data retail, hingga kreativitas tanpa batas. Ajang kolaboratif ini diharapkan mampu memandu para pemimpin industri di Indonesia untuk mengadopsi teknologi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.