Tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta meluncurkan inovasi teknologi berupa insinerator minim asap. Alat pembakar sampah ramah lingkungan ini dikembangkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kampus setempat guna mengatasi persoalan penumpukan sampah organik maupun anorganik secara efektif.

Ketua Tim Peneliti, Didi Saidi, menjelaskan bahwa penyempurnaan sistem insinerator ini dipicu oleh tingginya volume sampah di area kampus. Sebelumnya, metode pembakaran konvensional yang digunakan sering menghasilkan kepulan asap tebal yang mengganggu jalannya kegiatan perkuliahan, riset, serta pelayanan administrasi di lingkungan universitas.

Untuk menekan dampak polusi udara tersebut, tim memodifikasi sistem pembuangan dengan mengintegrasikan tabung penyerap asap. Melalui mekanisme ini, asap hasil pembakaran dialirkan terlebih dahulu ke dalam media air sebelum dilepaskan ke udara bebas. Langkah ini terbukti signifikan dalam menyaring partikel berbahaya dan mengurangi kepekatan asap cerobong secara drastis.

Selain fokus pada emisi udara, riset ini juga mengeksplorasi potensi pemanfaatan abu sisa pembakaran sebagai bahan campuran pupuk kompos. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa abu tersebut kaya akan kalsium (Ca) dan kalium (K) yang berguna untuk menyuburkan tanah, meskipun penggunaan dosisnya harus tetap dikontrol secara ketat.

Formulasi terbaik didapatkan dengan menambahkan abu pembakaran sebesar 5 persen dari total komposisi bahan kompos. Kendati batas toleransi maksimal penggunaan abu mencapai 20 persen, pembatasan ketat tetap diberlakukan karena adanya kandungan logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd) yang berpotensi merusak ekosistem jika melebihi ambang batas aman.

Inovasi yang digarap bersama oleh Didi Saidi, Bambang Sugiarto, Imam Prabowo, dan Edy Nursanto ini diharapkan dapat segera diterapkan secara luas, baik di lingkungan akademik maupun masyarakat umum. Langkah nyata ini mempertegas komitmen UPN "Veteran" Yogyakarta dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.